Posts

MATERIAL JALAN PERKERASAN KAKU

Image
PERKERASAN KAKU   adalah suatu konstruksi (perkerasan) dengan bahan baku agregat dan menggunakan semen sebagai bahan ikatnya. Perkerasan kaku merupakan konstruksi perkerasan satu lapis (single layer), dimana : Perkerasan kaku atau perkerasan beton semen portland umumnya terdiri dari pelat beton atau tulangan besi dan pondasi bawah (subbase), tapi lapisan permukaan aspal kadang-kadang ditambah pada saat pembangunan maupun sesudahnya. Pelat Beton Mutu Tinggi;  Subbase (Lean Concrete atau Batu Pecah) tidak berfungsi struktural Bersifat kaku sehingga beban lalu lintas yang diterima dapat ditahan kurang lebih oleh seluruh luas tepi bawah lapis perkerasan kaku ini, untuk kemudian diteruskan ke tanah dasar (subgrade). Struktur perkerasan kaku mempunyai Modulus Elastisitas (E) pelat beton yang sangat besar sehingga kemampuan penyebaran beban pelat beton jauh lebih besar dari pada perkerasan aspal. Tebal seluruh konstruksi perkerasan kaku jauh lebih tipis dari pada seluruh tebal perker...

Menghitung CBR Lapangan Menggunakan Dynamic Cone Penetrometer (DCP)

Image
Pengujian California Bearing Ratio (CBR) adalah pengujian yang paling diperlukan untuk mengetahui nilai kepadatan suatu lapisan tanah dalam berbagai pekerjaan, terutama dalam pelaksanaan pekerjaan lapisan perkerasan jalan, mulai dari mencari nilai kepadatan tanah dasar sampai pada lapisan pondasi bawah maupun pondasi atas. Mencari nilai CBR suatu lapisan tanah prosedur cepatnya dapat dilakukan dengan cara uji Dynamic Cone Penetrometer (DCP). Pengujian Dynamic Cone Penetrometer (DCP) adalah pengujian untuk menentukan nilai kepadatan tanah, yang hasil akhirnya berupa nilai CBR (California Bearing Ratio). Untuk mendapatkan nilai CBR, hasil uji DCP ini dikorelasikan dengan suatu rumusan Korelasi Nilai DCP-CBR.                                                   Grafik 1. Nilai Hubungan DCP dengan CBR Pada tahapan pengujiannya, dilaksanakan dengan mencatat jumlah pukulan...

Menghitung Pelebaran Tikungan

Image

MEMBUAT DESAIN GEOMETRIK JALAN MENGGUNAKAN LDD

Image
Untuk dapat membuat desain geometrik jalan menggunakan land development desktop, sebaiknya kita terlebih dahulu memahami ketentuan-ketentuan yang dibutuhkan dalam merencanakan geometrik jalan dari mulai klasifikasi jalan,kriteria perencanaan jalan, bagian-bagian jalan, penampang melintang jalan, jarak pandang, alinyemen horisontal serta alinyemen vertikal jalan. Bila semua ketentuan2 tersebut kita pahami, maka akan sangat mudah untuk membuat sebuah desain geometrik jalan. Untuk membuat desain geometrik jalan menggunakan Ldd langkah pertama yang akan kita jalankan adalah : Membuat project di Ldd  (sudah pernah dibahas pada penjelasan terdahulu) Mengimport data hasil pengukuran lapangan (sudah pernah dibahas pada penjelasan terdahulu) Gambar Situasi Membuat trase rencana jalan (seperti contoh pada gambar berikut ini, garis berwarma merah merupakan trase jalan yang kita buat) Membuat tikungan jalan           Pilih Menu L...

MEMBUAT KONTUR DI LDD

Image
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas bagaimana caranya kita membuat kontur dengan bantuan LDD. Sebelum kita membahas bagaimana caranya membuat kontur, langkah awal yang harus kita siapkan adalah membuat project dan mengimport data hasil pengukuran lapangan. Jika masih ada diantara rekan2 yang belum tau bagaimana cara membuat project dan mengimport data hasil pengukuran, ada baiknya rekan2 membaca kembali ulasan saya mengenai cara membuat project di LDD dan cara mengimport data hasil pengukuran lapangan . Setelah project dan data ukur berhasil kita import ke lembar LDD, langkah selanjutnya yang kita kerjakan adalah : 1.  Membuat garis polyline untuk membatasi sebaran kontur (seperti garis berwarna PUTIH yang diperlihatkan pada gambar) 2.  Pilih menu terrain, terrain model explorer 3.  Pada panel terrain model explorer, klik kanan pada folder terrain, pilih create new surface (dan akan keluar secara otomatis surface1, nama surface ini bisa kita ganti sesu...

BAHAN BANGUNAN

Image
BATA BETON BERLUBANG (CONBLOK) Bata beton adalah suatu jenis unsur bangunan berbentuk bata yang dibuat dari bahan utama semen portland, air dan agregat yang dipergunakan untuk pasangan dinding. Bata beton berlobang adalah Bata yang memiliki luas penampang  lobang lebih dari 25% luas penampang batanya dan volume lobang lebih dari 25% volume bata seluruhnya. Conblock dibedakan menurut tingkat mutunya, yaitu:  a. Tingkat I, digunakan untuk dinding struktural yang tidak terlindung. b. Tingkat II, digunakan untuk dinding struktural yang terlindung. c. Tingkat III, digunakan untuk dinding non struktural yang tidak terlindung. d. Tingkat IV, digunakan untuk dinding non struktural yang terlindung  U k u r a n b a t a b e t on b e r l u b a n g ( c o n b lo c k ) Bentuk Dan Ukuran   ( c o n b lo c k ) Conblock harus memenuhi syarat-syarat fisik sesuai dengan Tabel dibawah ini             ...

cara copy gambar dari internet ke word