Menghitung CBR Lapangan Menggunakan Dynamic Cone Penetrometer (DCP)
Pengujian California Bearing Ratio (CBR) adalah pengujian yang paling diperlukan untuk mengetahui nilai kepadatan suatu lapisan tanah dalam berbagai pekerjaan, terutama dalam pelaksanaan pekerjaan lapisan perkerasan jalan, mulai dari mencari nilai kepadatan tanah dasar sampai pada lapisan pondasi bawah maupun pondasi atas. Mencari nilai CBR suatu lapisan tanah prosedur cepatnya dapat dilakukan dengan cara uji Dynamic Cone Penetrometer (DCP). Pengujian Dynamic Cone Penetrometer (DCP) adalah pengujian untuk menentukan nilai kepadatan tanah, yang hasil akhirnya berupa nilai CBR (California Bearing Ratio). Untuk mendapatkan nilai CBR, hasil uji DCP ini dikorelasikan dengan suatu rumusan Korelasi Nilai DCP-CBR.
Grafik 1. Nilai Hubungan DCP dengan CBR
Pada tahapan pengujiannya, dilaksanakan dengan mencatat jumlah pukulan (blow) dan penetrasi dari konus (kerucut logam) yang tertanam pada tanah/lapisan fondasi karena pengaruh penumbuk kemudian dengan menggunakan grafik dan rumus, pembacaan penetrometer diubah menjadi pembacaan yang setara dengan nilai CBR.
- Letakkan alat DCP pada titik uji di atas lapisan yang akan diuji;
- Pegang alat yang sudah terpasang pada posisi tegak lurus di atas dasar yang rata dan stabil, kemudian catat pembacaan awal pada mistar pengukur kedalaman;
- Mencatat jumlah tumbukan;
- Angkat penumbuk pada tangkai bagian atas dengan hati-hati sehingga menyentuh batas pegangan;
- penumbuk sehingga jatuh bebas dan tertahan pada landasan;
- Lakukan langkah-langkah di atas, catat jumlah tumbukan dan kedalaman pada formulir yang sudah disiapkan, sesuai ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
- untuk lapis fondasi bawah atau tanah dasar yang terdiri dari bahan yang tidak keras maka pembacaan kedalaman sudah cukup untuk setiap 1 tumbukan atau 2 tumbukan;
- untuk lapis fondasi yang terbuat dari bahan berbutir yang cukup keras, maka harus dilakukan pembacaan kedalaman pada setiap 5 tumbukan sampai dengan 10 tumbu Lepaskan penumbuk sehingga jatuh bebas dan tertahan pada landasan;
- Hentikan pengujian apabila kecepatan penetrasi kurang dari 1 mm/3 tumbukan.
- Selanjutnya lakukan pengeboran atau penggalian pada titik tersebut sampai mencapai bagian yang dapat diuji kembali.
- Pengujian per titik, dilakukan minimum duplo (dua kali) dengan jarak 20 cm dari titik uji satu ke titik uji lainnya.
- Periksa hasil pengujian lapangan yang terdapat pada formulir pengujian penetrometer konus dinamis (DCP) dan hitung akumulasi jumlah tumbukan dan akumulasi penetrasi setelah dikurangi pembacaan awal pada mistar penetrometer konus dinamis (DCP);
- Gunakan formulir hubungan kumulatif (total) tumbukan dan kumulatif penetrasi seperti terlihat pada Grafik.1 diatas, terdiri dari sumbu tegak dan sumbu datar, pada bagian tegak menunjukkan kedalaman penetrasi dan arah horizontal menunjukkan jumlah tumbukan;
- Plotkan hasil pengujian lapangan pada salib sumbu di Grafik.1.
- Tarik garis yang mewakili titik-titik koordinat tertentu yang menunjukkan lapisan yang relatif seragam;
- Hitung kedalaman lapisan yang mewakili titik-titik tersebut, yaitu selisih antara perpotongan garis-garis, dalam satuan mm;
- Hitung kecepatan rata-rata penetrasi (DCP, mm/tumbukan atau cm/tumbukan) untuk lapisan yang relatif seragam;
- Nilai DCP diperoleh dari selisih penetrasi dibagi dengan selisih tumbukan.
- Gunakan gambar grafik atau hitungan formula hubungan nilai DCP dengan CBR dengan cara menarik nilai kecepatan penetrasi pada sumbu horizontal ke atas sehingga memotong garis tebal untuk sudut konus 60 derajat atau garis putus-putus untuk sudut konus 30 derajat;
- Tarik garis dari titik potong tersebut ke arah kiri sehingga nilai CBR dapat diketahui.
Comments